17 Juli 2013

Jadikan karakter menjadi Tujuan akhir Anda

Paulus mengatakan bahwa kita harus menjadi sama seperti Kristus
Apa yang Yesus Lakukan berasal dari kehidupannya, disaat Yesus melakukan sesuatu, maka sesuatu yang Dia lakukan selalu mencerminkan siapa Dia sebenarnya. seringkali kali kita terjebak dan tertipu kalau kita  hanya sebatas melakukan saja sebagai kewajiban tapi tidak menghidupinya.

Sehingga kita menjadi Aktor dari siapa kita seharusnya , kita bertingkah menjadi seperti seorang kristen, itulah aktor,  disaat kita pergi kekantor , karena aku orang kristen maka aku bertingkah seperti orang kristen dan disaat aku sampai kerumah, saya baru menjadi seperti diri saya sendiri. ini lha yang seringkali terjadi di gereja Tuhan, Tuhan tidak ingin kita tidak menjadi aktor tapi menjadi diri kita sendiri.

Tinggalkan kemunafikan, jangan sampai kita bertingkah seolah-olah kita mempunyai karakter yang sebenarnya kita tidak miliki, Karakter itu menunjukan siapa atau apa kita sesungguhnya, contoh misalnya "tidak setia "dan "pemarah", inilha salah satu dari beberapa hal yang di sebut karakter.

Karakter itu tidak termasuk reputasi kita , kharisma kita, keterampilan kita begitu juga dengan  prestasi kita, jadi kita harus bisa membedakannya.

kita ambil satu contoh diatas misalnya kharisma, kharisma bukanlha suatu ukuran untuk kita dapat menilai seseorang, karena karakter lha yang dapat menunjukan siapa dia sebenarnya Contohnya : Simson, kita tau bahwa Simson mempunyai urapan dari kekuatan yang dia peroleh itu adalah anugrah yang Tuhan berikan dalam hidupnya, tapi sayangnya Simson tidak memiliki karakter.

Jadi kharisma itu anugrah (kasih karunia) dan itu diberikan dari Tuhan, sedangkan karakter itu sesuatu yang harus kita kerjakan, nah disilah letak perbedaannya, jadi sehebat apapun pelayanan orang itu, tanpa membangun karakter didalam hidupnya, maka pelayanan itu tidak ada gunanya.

Tauhkah anda dibalik nama buruk atau nama baik seseorang yang paling penting di balik itu semua adalah karakter, jadi jangan berusaha untuk mengejar nama baik saja supaya terlihat baik, tapi ketahuilha baik atau tidak itu tidak menjadi begitu penting karena hanya karakter lha yang dapat menentukan nama seseorang itu baik atau buruk.

Kalau kita hendak mengikut seseorang maka ada 2 keputusan yang harus kita ambil yaitu :  
1 .Tujuan
2. Perjalanan
1. Tujuan itu menciptakan reputasi tapi untuk mengikut Yesus itu berbicara tentang 2. Perjalanan karena perjalanan lha yang  menentukan akan menjadi seperti apakah anda nantinya itulha karakter.

Apakah kita menjadi orang yang tidak mau di tegur, bisa saja kita menjadi arogan tapi pelayanan kita sukses.
Tuhan mau disaat kita mencapai kesuksesan itu tidak tergantung dari kemampuan kita dalam pelayanan tapi kesuksesan itu diukur dari karakter yang kita bangun dalm hidup kita.

Contoh yang lain adalah perceraian, perceraian terjadi disebabkan karena karakter. disaat pondasi dalam keluarga kita adalah ekonomi maka di saat ekonomi hancur , maka semuanya akan hancur, seharusnya keluarga itu dibangun atau di dasarkan atas karakter, karena kita tau bahwa salah satu penyebab terjadinya perceraian adalah karena cemburu dan tidak dapat menyesuaikan diri dan hal ini lagi-lagi berbicara tentang karakter, maka dari itu janji pernikahan di dasarkan atas karakter sekalipun engkau gemuk, jelek, miskin, kurang beruntung atau seringkali gagal, tapi aku berjanji bahwa aku akan tetap setia.

Dari mana orang mengenang hidup saudara ? jawabannya adalah dari karakter yang anda miliki , dan bukan dari apa yang tidak anda miliki, karena karakterlha merupakan  kekayaan atau harta yang sesungguhnya yang harus anda miliki. 

Dalam Wahyu 2:9
Tuhan tau jemaat Smirna adalah jemaat yang miskin tapi Tuhan mengatakan kalau mereka kaya, Disaat mereka mengalami pergumulan Tuhan tidak mengangkat masalah mereka tapi Tuhan minta "hendaklah Engkau setia" berarti ini berbicara tentang karakter, dan Tuhan mau menunjukan bahwa karakter adalah kekayaan yang sesungguhnya yang mereka  miliki.

Wanita Bijak
Ada seorang wanita bijak, ditanganya ada sebuah batu yang sangat berharga,  tiba-tiba pada suatu hari dalam perjalanannya wanita bijak ini bertemu dengan seorang  wanita yang miskin dan lapar,  segera wanita bijak ini melihat wanita yang miskin ini dan memberikannya makanan tapi perempuan miskin itu menolak, karena dia lebih memilih batu yang berharga itu, dan akhirnya wanita bijak itu juga memberikan batu yang berharga itu kepada perempuan yang miskin tersebut, akhirnya wanita miskin itu pergi dengan senang dan gembira, tapi akhirnya pada suatu hari, wanita miskin ini kembali lagi kepada wanita bijak ini, dan dia mengembalikan batu yang berharga itu dan berkata kepada wanita bijak itu, "saya tidak mau batu ini tapi saya mau apa yang ada didalam hidupmu, ajarkan kepadaku." dari kisah diatas ,wanita miskin ini menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dari pada batu itu , batu itu melambangkan kekayaan, jabatan, prestasi, kekuasaan, penghargaan. dan segala sesuatu yang di pandang oleh dunia itu berharga, tapi wanita miskin ini menyadari ada sesuatu yang jauh lebih berharga yang dimiliki oleh wanita bijak ini yang tidak dia miliki. pertanyaan dari kisah diatas adalah Apa yang selama ini anda kejar, kekayaan rohani atau duniawi ?

Ada sebuat kisah seorang anak yang kehilangan uangnya
Pada suatu hari ada seorang anak yang kehilangan uangnya sebesar Rp.10.000 dan dia ceritakan masalah ini kepada ibunya dan ibunya akhirnya mengantikan kehilangan dia dengan memberikan kepadanya Rp.10.000 kembali kepadanya. namun respon dari anak ini bukan mengucap syukur atas apa yang dia dapatkan kembali, tapi anak ini malah menyesal atas kehilangannya dan dia berkata  "kalau saja  uang itu tidak hilang saya akan punya Rp.20.000 dan karena ketidakpuasannya akhirnya dia menceritakannnya juga kepada ayahnya dan ayahnya memberikan kepadanya Rp.10.000, tapi anak ini justru semakin menyeseal pula karena uangnya yang hilang itu, dan anak itu berpikir " kalau saja uangnya tidak hilang mungkin sekarang dia punya Rp.30.000,"  anda bisa bayangkan, anak ini tidak pernah puas dan belajar untuk mengucap syukur dari apa yang sudah dia peroleh, dia selalu ingin lebih karena motivasi dia adalah keuntungan dan uang. itulah sebabnya didalam 2 Korintus 6:10 Paulus mengatakan "Aku ini seorang yang miskin tapi memperkaya banyak orang" dan ini berbicara tentang Karakter.

Karakter anda dapat memberkati banyak orang, dan karakter harus merupakan tujuan akhir anda, bukan pelayanan, kekayaan, jabatan, kekuasaan, prestasi dan yang lain-lain. untuk itu kita harus mengejar karakter.

Didalam Ibrani 12 mengatakan kejarlha kekudusan, kekudusan berbicara tentang karakter, kalau anda perhatikan kata "mengejar" itu berarti adalah kekudusan (karakter) merupakan Tujuan anda dan anda akan intensif mengejarnya.

Contoh yang ke 3 : Seorang suami yang mempunyai 4 istri .
Ada seorang suami yang mempunyai 4 orang istri, pada suatu hari sang suami sakit parah dan istri ke 4 datang untuk menjengguknya, dan sang suami bertanya kepada isti ke 4, " kalau pada suatu hari saya meninggal, apakah engkau mau ikut denganku ?"  dan istri ke 4 menjawab: " maaf saya tidak bisa ikut denganmu, lebih baik saya menikah dengan pria lain dari pada saya mati bersama kamu". lalu istri ke 4 keluar dan meninggalkan sang suami"
Istri ke 3 masuk dan melihat sang suami sedang terbaring sakit, dan sang suami kembali bertanya dengan pertanyyan yang sama" dan istri ke 3 menjawab, "maaf saya tidak bisa ikut denganmu, berat bagi saya  meninggalkan apa yang selama ini saya sudah dapatkan. dan akhirnya istri ke 3 pun pergi menginggalkan sang suami.

Istri ke 2 datang kepada sang suami, dan dia memeluk sang suami,  setelah itu sang suami juga mengajukan pertanyaan yang sama kepada istri ke 2, dan istri ke 2 menjawab, selama ini saya selalu menemani kamu, disaat kamu susah, disaat kamu senang, saya selalu ada disamping kamu, tapi kalau kamu mengajak saya untuk mati bersama kamu, saya tidak bisa menemai kamu sampai ke sana.  dan istri ke 2 juga pergi meningglkan sang suami

dan istri terakhir yang ke 1 datang kepada sang suami dan duduk disamping suaminya, dan dengan sedih suaminya mengajukan pertanyaan yang sama kepada istri yang pertama , " kalau pada suatu hari saya meninggal, apakah engkau mau ikut denganku ?" dan jawab istri pertama kepada sang suami "aku akan pergi kemanapun engkau pergi", maka menangislha sang suami, dan memeluk istri pertama. dan dia mengatakan, maafkan saya, kalau selama ini saya tidak pernah memperhatikan kamu"
Istri 4 : Tubuh kita yang kita rawat dengan keindahan
Istri 3 : Ambisi , reputasi, jabatan yang selalu kita pamerkan
Istri 2 : Keluarga dan teman-teman, tapi mereka tidak bisa mati bersama kita
Istri 1 ; Tuhan (karakter) yang kita tidak pedulikan selama ini

Dari penjelasan diatas kita sepakat dan menyadari bahwa karakter yang selama ini kita anggap tidak terlalu penting dan tidak pernah kita pikirkan sama sekali justru itulha menentukan masa depan kita, kebahagiaan keluarga kita, pelayanan kita, dan apa yang akan kita dapatkan dalam hidup kita.maukah anda dan saya merubah cara berpikir kita. dan menjadikan karakter tujuan akhir hidup kita. dibawah in akan saya jelaskan.....

Ada 3 kunci untuk kita dapat mengalami perubahan pada karakter kita :

1. Perhatikan apa yang saudara makan
baca: 1 Korintus 3:1-2
 Ada 4 jenis manusia
  • Manusia Duniawi: yang tidak percaya kepada Yesus
  • Bayi Rohani : Masih kurang dewasa sehingga minumnya masih susu belum bisa makanan yang keras
  • Kristen Duniawi : orang kristen yang menolak apa yang Tuhan mau bentuk sehingga susu yang dia minum.
  • Kristen Rohani : Mau di bentuk
 Jadi kalau anda tau ini makanan daging mulai lha makan dan biarkan Tuhan yang mengerjakan sesuatu dalam hidupmu
 
Apa yang saudara baca, dengar, tonton, lakukan itu akan membentuk karakter kita (kalau sekarang anda mengerti apa yang saya maksud , mulailha bersiap untuk  keluar dari zona nyaman anda) mulailha menerima pembentukan, dan mulai untuk membaca Firman Tuhandari sekarang. bangun karakter anda.

dalam Ibrani 5:12-14 mengatakan bahwa orang yang masih minum susu adalah orang yang masih belum mengerti kebenaran, orang yang dewasa adalah orang yang bisa membedakan mana yang jahat dan mana yang baik, karena makanan dia keras sehingga panca indra dia sudah terlatih.

2. Meninggalkan 1 Korintus 13:11
Anak-anak kecil selalu berpikir seperti anak-anak, siapa yang ingin selalu mau menang, itulha anak-anak.
Efesus 4:23 mengatakan Kita harus meninggalkan atau berhenti dengan sifat kanak-kanak kita dan mulai mengenakan apa yang benar terus menerus, berulang-ulang, suka atau tidak suka tapi tetap lakukan yang benar dan  itulah karakter

3. Bersyukur terhadap proses
Roma 5:3 Apaabila ada  sesuatu yang ingin Tuhan  kerjakan dalam hidupmu, itu berarti Tuhan sedang ingin menjadikan mu kuat, dan kita malah bermegah terhadap kesengsaraan kita, itulha karakter kita karena itulha yang akan membentuk kita, disaat kita bermegah dalam kesengsaraan kita disitulha kita mengalami perubahan karakter.

Jadi mulai sekarang pehatikan bagaimana cara kamu hidup ok. dan mulai bangun karakter Kristus didalm hidupmu, maka engkau dan saya akan melihat sesuatu yang besar, yang berdampak, yang kekal akan Tuhan kerjakan dalam hidupmu, keluargamu, pelayananmu, dan kepemimpinanmu. Tuhan memberkati.