01 Oktober 2013

Hikmat (Part 2)

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5 : 15-17)


Tuhan memberikan kehidupan kepada setiap orang bukan tanpa tujuan. Setiap orang dilahirkan dengan sebuah misi khusus yang sudah Tuhan tetapkan bahkan sebelum kita dilahirkan. Namun banyak orang kehilangan tujuan Allah bagi hidupnya sehingga hidupnya hanya berlalu begitu saja bahkan tidak sedikit orang yang meninggal tanpa tahu kehendak Tuhan yang untuknya dia hidup.



Oleh sebab itu, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menjadi orang yang bodoh tapi menjadi orang yang pintar. Orang pintar dijelaskan sebagai orang yang selalu berusaha mengerti kehendak Tuhan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita melakukan rutinitas pekerjaan dalam apapun bentuk profesi kita. namun pertanyaannya adalah apakah anda yakin bahwa apa yang anda kerjakan adalah benar-benar kehendak Allah yang untuknya anda hidup?



Ketika Allah pertama kali menciptakan manusia, Tuhan menempatkannya di taman eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu (Kejadian 2 :15). Allah memberikan manusia tugas untuk bekerja, karena hanya dengan bekerja seseorang dapat menggenapi semua yang telah Allah sembunyikan di dalam dirinya sebagai individu.



"ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu."   (Kejadian 2 : 7, 8 , 15)

Adam mulai mengusahakan tanah tersebut dan menemukan bahwa disana ada sungai yang mengalir di sepanjang pinggiran tanah dimana ada banyak emas dan batu-batu berharga.



Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.  (Kejadian 2 : 10-12)

Ada harta yang tersembunyi di dalam tanah tersebut, yang tidak ditemukan manusia itu sampai ia mulai bekerja. Tanah adalah suatu gambaran dari panggilan kita, sedangkan emas dan batu-batuan berharga melambangkan kesuksesan, kekayaan dan kemakmuran. Manusia harus “mengusahakan tanah” jika ia ingin menemukan mata air berkat Tuhan yang tak pernah berhenti memancar. Hanya dengan bekerja, seseorang bisa menetapkan dan mengembangkan kemampuan, karunia, dan talentanya melepaskan potensinya dan menemukan kemungkinan-kemungkinan tak terbatas yang ia miliki.

Jadi apa pengertian Tuhan tentang bekerja? Jika anda pergi bekerja hanya supaya orang-orang bisa mengatakan bahwa anda sedang bekerja atau karena anda menerima gaji, maka anda sebenarnya sedang menipu diri anda sendiri. Ketika Allah berkata kepada Adam : “Pergi dan Bekerja!”, sebenarnya Ia sedang berkata, “Genapi panggilan hidupmu!”

Allah tidak menciptakan pekerjaan hanya supaya seseorang bisa hidup olehnya. Pekerjaan ada supaya kita bisa melepaskan potensi yang tersembunyi di dalam kita supaya kita dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan karunia kita dan menggenapi takdir kita. Setiap orang harus mendedikasikan hidupnya kepada beberapa jenis tugas yang ia nikmati ketika melakukannya, bekerja di mana ia mampu menggunakan apa yang diberikan kepadanya sampai maksimal.

Jadi, jika anda bekerja tanpa melihat tujuan khusus apa pun, tanpa berusaha untuk mengutamakan Kerajaan Allah, jika pekerjaan anda adalah sebuah beban bagi anda dan tidak mengobarkan anda untuk menjadi kreatif, maka sepertinya anda belum menemukan tujuan Allah bagi anda dan kerja keras anda hanyalah berjuang untuk hidup.

Orang arif atau bijaksana mengerti ini dan bekerja bukan hanya untuk keuntungannya sendiri, tapi supaya ia bisa menggenapi tugas yang ia dilahirkan untuk menyelesaikannya.

Tuhan mau kita tidak menjadi orang bebal yang tidak mau tahu dan tidak mau diberi masukan, tapi menjadi orang arif yang senantiasa memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup, apakah apa yang kita kerjakan adalah kehendak Tuhan atau hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan atau ambisi pribadi. Kita harus bekerja bukan hanya untuk uang atau pemenuhan kebutuhan, tapi lebih untuk kebaikan orang lain dan untuk tujuan mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Jika kita melakukan ini, Firman Tuhan mengatakan kita tidak perlu kuatir karena berkat keuangan akan diberikanNya.

"Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."(Matius 6:31-33)



Apa artinya mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya? Itu berarti mengetahui apa kehendak Allah dan menjadikan itu alasan atas semua yang kita kerjakan. Selebihnya Tuhan akan mengerjakan bagianNya.



Pertanyaannya adalah :

1. Coba sebutkan potensi2 yang Tuhan percayakan dalam kehidupan anda?

2. Menurut anda apakah pekerjaan anda sekarang sudah sesuai dengan panggilan anda?



God bless you

Author
Fuji Harsono 

0 komentar:

Posting Komentar