30 Juni 2014

Mata Yang Tertuju Kepada Yesus


Saya teringat sebuah iklan yang cukup lucu, menggambarkan seorang pemain bola yang sedang bermain tiba-tiba meninggalkan lapangan dan lari menuju ke toilet karena sakit perut. Fokusnya seketika menjadi berubah dari bertanding menjadi melegakan sakitnya. Bayangkan pula jika seorang pelari yang tengah fokus mengarah pada garis finish tiba-tiba berbelok arah untuk membeli minum, atau tiba-tiba berhenti dan duduk karena capai. Pemandangan-pemandangan seperti ini tentu hampir tidak mungkin kita lihat ketika menonton perlombaan lari di lapangan. Fokus yang melenceng atau fokus yang lemah, yang bisa berubah-ubah arah akan membuat kita gagal. Dalam dunia olah raga seperti itu, dalam dunia bisnis seperti itu, dalam hal apapun di dunia akan sama, apalagi dalam menjalani perlombaan menuju kemenangan dalam Kerajaan Allah.

Di sepanjang bulan-bulan yang lalu mungkin ada banyak kesalahan dan kegagalan yang telah kita lakukan karena fokus kita kepada Tuhan mulai pudar. sehingga hari-hari yang kita jalani pun terasa berat dan membuat kita jatuh bangun dalam dosa. 

Di dalam perjalanan bangsa israel dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian mereka selalu mengalami kebaikan dan mujizat Tuhan yang dinyatakan di depan mereka.  Tapi mereka tetap saja dihantui oleh ketakutan karena mata mereka terus tertuju kepada kesukaran di padang gurun dan juga pasukan Firaun yang mengejarnya.  Musa pun harus mengingatkan mereka berulang-ulang,  "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  (Keluaran 14:13-14). Mesir yang dimaksud adalah kebiasaan buruk kita, atau dosa-dosa kita dimasa lalu yang selalu membuat kita merasa tidak sanggup.

Tidak ada kata terlambat untuk berbenah dan berubah!  Mulai hari ini dan seterusnya  kuncinya "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman,"  (Ibrani 12:2).  terus percaya kepadaNya dengan mengarahkan mata, hati dan pikiran kita hanya kepada Yesus dan bukan kepada masa laku dan kegagalan kita, karena dia tidak pernah meniggalkan kita.

Mengapa kita harus mengarahkan mata, hati dan pikiran kita hanya kepada Tuhan? supaya kita tidak mengalami ketakutan dalam menjalani hidup ini.  Namun bila pandangan kita terus tertuju kepada situasi dan kondisi yang ada, bahkan kegagalan kita di masa lalu, kita akan mudah sekali takut.  Ingat!  Ketakutan adalah musuh dari iman dan merupakan roh yang harus kita kalahkan.

Fokus yang lemah akan membuat pandangan kita kabur untuk menggapai tujuan. Fokus yang tidak jelas akan membuat kita bingung dalam menjalani perlombaan. Fokus yang salah akan mengarahkan kita kepada akhir yang salah. Hari ini marilah kita sama-sama memastikan kembali apakah kita sudah berada pada jalur yang tepat dengan mengarahkan mata kita untuk tertuju kepada Kristus. Paulus dengan tegas berkata "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14). Inilah bentuk fokus yang harus kita jadikan contoh.

Jangan sampai kita terus terhambat oleh pengalaman dan dosa-dosa masa lalu kita, tetapi fokuslah ke depan kepada Kristus. Seberat apapun masa lalu kita, sudah saatnya untuk kita tinggalkan. Jangan menoleh lagi ke belakang, tapi arahkanlah ke depan. Yesus sendiri berkata "Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lukas 9:62).




"Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah."  Mazmur 16:8, bukankah Tuhan yang kita sembah itu Setia dan tidak pernah meningalkan kita, Dia berjanji untuk ada senantiasa TETAP ada disebelah kanan kita, memberikan kita kekuatan untuk melangkah dan menjalani  hari-hari kita, Dia akan memberikan kita kemenangan. jadi arahkan mata kita kepada Tuhan dan rencanaNya dalam hidup kita, rencanaNya dalam keluarga kita, recanaNya dalam pekerjaan kita, bahkan dalam pelayanan kita. Dia singkapkan itu semua bagi orang yang senantiasa memandang kepadaNya. kita harus tetap mengarahkan pandangan kita kepada Kristus dan mengutamakanNya dalam segala hal.


Fokuslah sepenuhnya pada tujuan, jangan melenceng ke kiri atau ke kanan, lepaskan segala beban yang memberatkan kita, tetaplah semangat dan pelihara terus ketekunan. Semua itu sangat kita perlukan agar semua yang dijanjikan Tuhan tidak berlalu dari kita. Lihatlah betapa baiknya Tuhan. Dia tidak sekedar menyuruh kita berlomba saja, tetapi telah menyediakan langkah-langkah yang harus kita tempuh demi mencapai garis akhir sebagai pemenang. Kita sedang berlomba saat ini. Apakah kita mampu mencapai garis akhir dengan gemilang atau rontok di tengah jalan, semua akan tergantung dari kita sendiri. Yang pasti, Tuhan sudah memberitahukan cara-caranya agar kita bisa berhasil. Mari kita jalani sisa perlombaan dengan mata yang tertuju atau terfokus kepada Kristus, dan jadilah pemenang.

29 Juni 2014

Kesetiaan Mendatangkan Perubahan



"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,"  Mazmur 37:3

Kesetiaan memiliki unsur-unsur yang terkandung di dalam kesetiaan itu sendiri, yaitu :
1. Dapat dipercaya (Can be trusted)

Ketika Tuhan berfirman, "Aku akan melepaskan kekayaan bangsa-bangsa..." Tuhan mencari siapa yang dapat dipercaya, Jadi, berkat itu bonus & otomatis kalau kita bisa dipercaya !
* Seorang yang bisa dipercaya, dia akan taat tanpa syarat, meskipun tidak ada yang melihat.
* Kalau kita bisa dipercaya dalam hal kecil, Tuhan akan percayakan hal yang lebih besar

2. Tanggung Jawab (Responsible)
Contoh di Alkitab, Daud mengalami bayak promosi, diurapi jadi Raja tapi belum langsung jadi Raja, ia mengalahkan Goliat dan diangkat menjadi Raja.

Mengapa Daud mengalami lompatan-lompatan level dalam kehidupannya?
Daud itu orang yang bertanggung jawab, Daud dipercayakan orangtuanya menggembalakan 2-3 ekor kambing domba ayahnya. Ketika singa datang mengambil dombanya, Daud mengejar singa itu, membuka rahangnya, dan menyelamatkan dombanya.

Jadi kedewasaan atau kesiapan seseorang dalam hidupnya tidak ditentukan dari berapa usia orang tersebut, tapi dari apakah dia bisa memikul tanggung jawab atau tidak.

3. Produktif (Menghasilkan Sesuatu) - Productive 

Bukan berapa lama kita jadi orang Kristen, tapi kalau kita tidak berbuah, 5 sampai 20 tahun itu tidak ada artinya.
a. Yang Tuhan lihat apakah kita menghasilkan BUAH dalam hidup kita?
b. Adakah BUAH dalam hidup kita?

c. Adakah Karakter Kristus dalam kita?

Sifat setia itu memiliki nilai yang sangat tinggi, bahkan firman Tuhan katakan melebihi kekayaan, dalam Amsal 19:22 mengatakan: “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.”

Firman Tuhan jelas menegaskan bahwa : "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).  Jadi bagaimana kita dapat Setia, Mulailah setia dalam perkara yang kecil.

Janji ini bukanlah sekedar untuk menghibur hati kita, tetapi janji ini merupakan hal yang perlu kita buktikan dalam kehidupan kita. Memang tidak mudah untuk kita dapat mencapai perkara yang besar seperti membalikkan telapak tangan, tetapi perlu perjuangan, ada proses, kesabaran, ketekunan didalamnya untuk kita mencapai  itu. Karena dari sinilah Kesetiaan dan komitmen kita di uji, bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang sulit untuk memulihkan dan memberkati kita, tetapi Tuhan ingin melihat sejauh mana kesetiaan kita kepada Dia. Seperti Tuhan kita Setia , setia sampai mati di atas kayu salib karena kita. Tuhan mempunyai Alsan kenapa Dia tetap Setia, jawabannya karena Kita berharga dimatanya



• Yusuf memulai karirnya sebagai seorang budak di rumah Potifar di Mesir
• Daud memulai profesi sebagai penggembala domba di padang gurun dengan hanya mengembalakan dua dan tiga ekor kambing domba.
• Daniel memulai karirnya sebagai pramusaji istana di kerajaan Babilonia.

Waktu Tuhan seringkali berbeda dengan ukuran waktu kita. Tapi bagi orang yang bersabar akhirnya akan indah pada waktunya. Alkitab mencatat banyak contoh mengenai upah yang diterima yang berawal dari kesetiaan. Yusuf, Daud, Abraham, Daniel dan Musa misalnya, mereka mengalami masa dimana kesabaran dan kesetiaan mereka diuji.

Jadi Tetaplah Setia. Dia tidak pernah meninggalkan kita sampai di kayu salib itu. dan terus berjalan dan percaya karena apa yang Tuhan sedangkan kerjakan dalam hidup kita itu jauh lebih berharga . Tuhan memberkati

28 Juni 2014

Jadilah Seperti Pensil

Apa yang dapat kita pelajari dari sebuah pensil dalam hidup ini, tauhkan anda kita dapat berbuat sesuatu yang hebat dalam hidup kita kalau kita menyadari bahwa hidup kita layaknya sebuah pensil

1.  Seperti Layaknya sebuah pensil ketika pensil tersebut di buat untuk menulis, jangan lupa kepada bahwa ada tangan yang selalu membimbing langkah-langkah yang harus kita jalani, percayakan Hidupmu kepada Tangan itu karena tangan itu tidak pernah salah untuk selalu senantiasa  memimpinmu.

2. Dalam proses menulis, terkadang kita harus merautnya dengan rautan supaya pensil tersebut bias menjadi tajam dan dapat di tulis kembali, disaat pensil tersebut diraut  pastilah itu akan membuat pensil tersebut  menderita(mengalami proses), tapi lihatlha  setelah selesai, pensil akan mndapatkan ketajamannya kembali.





Begitu juga dengan hidup kita.. Dalam hdup ini, kita harus berani diproses , dibentuk seperti yang Tuhan kehendaki, sekalipun  kita harus melewati  kesusahan dan memerlukan waktu untuk kita dip roses tapi percayalah bawah itu akan membuat hidup kita semakin baik, kokoh dan kuat.

3. Pensil akan selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus kita untuk kita dapat  memperbaiki kata-kata yg salah. Karena itu, memperbaiki ksealahan dalam hdup ini bukanlah hal jelek. Itu mmbantu kita tetap brada di jalan yg seharusnya kita jalani bersama Tuhan, jangan sia-siakan waktu ini, berikan diri kita untuk di perbaiki. (komitmen)



4. Taukah anda bahwa Bagian terpenting dari sebuah pensil bukanlah terletak dibagian luarnya, tetapi arang yg di dalamnya. Sebab itu, selalu lah menyadari hal-hal bahwa pentingnya kita membangun yang ada di dalam diri kita (karakter, sikap, kesetiaan, komitmen, iman) didalam dirimu untuk kita dapat menjadi pensil yang tidak hanya dapat di pakai tapi juga dapat dinikmati dan terlihat begitu jelas bagi orang yang membacanya, jadilha Terang


5. dan yang terakhir sangat lha penting untuk kita pahami, kita harus menyadari Pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Sama seperti hidup kita. kita harus sadar kalau apa yg kita perbuat dalam hdup ini akan meninggalkan kesan bagi banyak orang terutama keluarga dan anak-anak kita. Karena itu kita perlu hati-hati dan sadar tehadap apa yang kita bagun dalam hidup ini, kita yang menentukan dan memilih kemana kita akan membawa keluarga kita dan masa depan kita. Lakukan semuanya untuk suatu Tujuan maka engkau akan menyadari bahwa waktu-waktu yang sedang kau jalani ini sangat berharga dan jangan disia-siakan sekalipun kesempatan selalu diberikan

Mazmur 90:12
"Ajarlah kami menghitung hari-hari  kami sedemikian , hingga kami beroleh hati yang bijaksana"


Seperti lagu ini mengatakan ;
Ajar kami Tuhan menghitung hari-hari
Agar kami peroleh hati bijaksana
Ajar kami Bapa hidup dalam jalanMu
Agar semua rencanaMu DIGENAPI

27 Juni 2014

Hidup yang Diubahkan

Seorang yang telah diubahkan hidupnya dan menjadi pelayan Tuhan yang luar biasa yaitu Rasul Paulus, dahulu bernama Saulus, dilahirkan di Tarsus.  Secara keturunan dia terlahir sebagai bangsa Yahudi dan tumbuh sebagai seorang ahli Taurat.

"Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel."  Kisah 9:15

     Sebelum bertemu dengan Yesus dan bertobat Paulus adalah seorang pemeluk agama Yahudi yang taat dan sangat membenci pengikut Kristus.  Namun pertemuannya dengan Yesus telah mengubah hidupnya secara drastis:  "Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: 'Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?' Jawab Saulus: 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Kata-Nya: 'Akulah Yesus yang kauaniaya itu.'"  (Kisah 9:3-5)Setelah itu  "Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum."  (Kisah 9:9) (Paulus masuk dalam prosesnya Tuhan).

Pengalaman dan perjumpaan paulus dengan Tuhan ini telah membuka mata hati Paulus bahwa ia telah dipanggil Tuhan untuk satu rencana dan suatu tujuan dalam hidupnya yaitu untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa dan dipilih Tuhan untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan.
Apakah ada kekuatiran dan ketakutan dalam dirinya kalau kita melihat latar belakangnya jawabannya adalah Ada, Tapi apa kata Firman Tuhan  kepada Paulus

"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"  (Kisah 18:9).  Ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki rencana indah atas hidupnya.  Ia pun BERKOMITMEN (Percaya) untuk mengabdikan seluruh hidupnya bagi Injil.  Pertobatannya mengubah PANDANGANNYA(pemikirannya) hidupnya secara total.

     Dalam melayani Tuhan rasul Paulus bukanlah orang yang mengedepankan penampilan lahiriahnya, melainkan pada sesuatu yang ada di dalam dirinya:  karakter, sikap dan kepribadiannya inilah yang dibangun oleh Paulus sebelum dia melayani. sehingga motivasinya hanyalah bagaimana ia bisa memuliakan Kristus, yang telah mati bagi dirinya:
 "Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah...Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."  (Filipi 1:20-22a).




Kalau kita mempunyai kehidupan, kebiasaan yang begitu buruk, atau karakter bahkan pemikiran yang belum diperbaharui sama seperti paulus, maka percayalha disaat kita TELAH berjumpa dengan Tuhan dalam hadiratnya, Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan akan memulihan secara TOTAL, karena
Tidak ada kebiasaan atau kecanduan yang terlalu sukar bagi Tuhan kita, Tidak ada benteng yang tidak bisa di tembus olehnya, tidak peduli seberapapun lamanya anda mempunyai masalah itu, atau seberapa seringnya anda telah bersuaha dan gagal
hari ini adalah suatu hari yang baru
1. Anda mau bersikap jujur terhadapa diri anda sendiri
2. Mengenali apa yang sedang anda hadapi
3. Dan mencari seseorang untuk membantu anda untuk mempertanggung jawabkan hidup anda