29 Juni 2014

Kesetiaan Mendatangkan Perubahan



"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,"  Mazmur 37:3

Kesetiaan memiliki unsur-unsur yang terkandung di dalam kesetiaan itu sendiri, yaitu :
1. Dapat dipercaya (Can be trusted)

Ketika Tuhan berfirman, "Aku akan melepaskan kekayaan bangsa-bangsa..." Tuhan mencari siapa yang dapat dipercaya, Jadi, berkat itu bonus & otomatis kalau kita bisa dipercaya !
* Seorang yang bisa dipercaya, dia akan taat tanpa syarat, meskipun tidak ada yang melihat.
* Kalau kita bisa dipercaya dalam hal kecil, Tuhan akan percayakan hal yang lebih besar

2. Tanggung Jawab (Responsible)
Contoh di Alkitab, Daud mengalami bayak promosi, diurapi jadi Raja tapi belum langsung jadi Raja, ia mengalahkan Goliat dan diangkat menjadi Raja.

Mengapa Daud mengalami lompatan-lompatan level dalam kehidupannya?
Daud itu orang yang bertanggung jawab, Daud dipercayakan orangtuanya menggembalakan 2-3 ekor kambing domba ayahnya. Ketika singa datang mengambil dombanya, Daud mengejar singa itu, membuka rahangnya, dan menyelamatkan dombanya.

Jadi kedewasaan atau kesiapan seseorang dalam hidupnya tidak ditentukan dari berapa usia orang tersebut, tapi dari apakah dia bisa memikul tanggung jawab atau tidak.

3. Produktif (Menghasilkan Sesuatu) - Productive 

Bukan berapa lama kita jadi orang Kristen, tapi kalau kita tidak berbuah, 5 sampai 20 tahun itu tidak ada artinya.
a. Yang Tuhan lihat apakah kita menghasilkan BUAH dalam hidup kita?
b. Adakah BUAH dalam hidup kita?

c. Adakah Karakter Kristus dalam kita?

Sifat setia itu memiliki nilai yang sangat tinggi, bahkan firman Tuhan katakan melebihi kekayaan, dalam Amsal 19:22 mengatakan: “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.”

Firman Tuhan jelas menegaskan bahwa : "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).  Jadi bagaimana kita dapat Setia, Mulailah setia dalam perkara yang kecil.

Janji ini bukanlah sekedar untuk menghibur hati kita, tetapi janji ini merupakan hal yang perlu kita buktikan dalam kehidupan kita. Memang tidak mudah untuk kita dapat mencapai perkara yang besar seperti membalikkan telapak tangan, tetapi perlu perjuangan, ada proses, kesabaran, ketekunan didalamnya untuk kita mencapai  itu. Karena dari sinilah Kesetiaan dan komitmen kita di uji, bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang sulit untuk memulihkan dan memberkati kita, tetapi Tuhan ingin melihat sejauh mana kesetiaan kita kepada Dia. Seperti Tuhan kita Setia , setia sampai mati di atas kayu salib karena kita. Tuhan mempunyai Alsan kenapa Dia tetap Setia, jawabannya karena Kita berharga dimatanya



• Yusuf memulai karirnya sebagai seorang budak di rumah Potifar di Mesir
• Daud memulai profesi sebagai penggembala domba di padang gurun dengan hanya mengembalakan dua dan tiga ekor kambing domba.
• Daniel memulai karirnya sebagai pramusaji istana di kerajaan Babilonia.

Waktu Tuhan seringkali berbeda dengan ukuran waktu kita. Tapi bagi orang yang bersabar akhirnya akan indah pada waktunya. Alkitab mencatat banyak contoh mengenai upah yang diterima yang berawal dari kesetiaan. Yusuf, Daud, Abraham, Daniel dan Musa misalnya, mereka mengalami masa dimana kesabaran dan kesetiaan mereka diuji.

Jadi Tetaplah Setia. Dia tidak pernah meninggalkan kita sampai di kayu salib itu. dan terus berjalan dan percaya karena apa yang Tuhan sedangkan kerjakan dalam hidup kita itu jauh lebih berharga . Tuhan memberkati

1 komentar:

Melony Fisher mengatakan...


We stumbled over here coming from a different website and thought I may as well check things out. I like what I see so i am just following you. Look forward to looking into your web page repeatedly. yahoo mail login

Posting Komentar