07 Februari 2016

04 Februari 2016

Buah dari Kepercayaan adalah KESETIAAN


Iman adalah dasar dari hubungan kita dengan Allah melalui Anak-Nya.
"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11:6)

Firman Tuhan jelas mengatakan kepada kita bahwa apabla kita mau datang kepada Tuhan Kita Harus Percaya Bahwa Tuhan itu ada. Karena tanpa kepercayaan mustahil bagi kita untuk tetap setia kepada Tuhan dan janjiNya Karena BUAH dari kepercayaan adalah KESETIAAN

Kesetiaan adalah pilihan, saat keadaan senang  mudah untuk kita tetap setia, Tapi di saat keadaan memburuk disinilha kesetiaan kita diuji.

Kesetiaan bukanlha sesuatu yang mudah untuk dapat putuskan tiap tiap hari, kesetiaan merupakan sebuah perjalanan, sebuah proses tiap tiap hari untuk kita dapat percaya dan mengenal Tuhan dan jalan-jalannya , dan percayalha Tuhan selalu menyediakan rencana-Nya yang terbaik bagi hidup kita.

Karena kasihnya Yesus mati buat kita, Yesus Setia sampai akhir hidupNya untuk menebus dan menyelamatkan kita kembali, bagaimana dengan kita, percayakah kita kepadaNya? . . .

Yesus telah memberikan seluruh hidupNya bagi Engkau dan saya, Maukah kita memilih untuk tetap Setia dan percaya, sebab Dia tidak pernah meninggalkan kita seburuk apapun keadaan kita.

Tuhan sanggup membuat jalan yang tidak ada menjadi ada, disaat kita mau berkerjasama dengan Tuhan maka Tuhan pasti akan mengubah segala keadaanmu, sekalipun Dia  tidak pernah berjanji akan mengangkat masalah kita, namun Dia berjanji bahwa Dia akan menyertai dan berjalan bersama dengan kita, mengajar kita, sehingga kita menjadi pribadi yang kuat dan menjadi pribadi yang tau bagaimana meraih kemenangan dengan caranya Tuhan.

Ulangan 31: 6
”kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” karena Dialah jalan , kebenaran dan hidup

Amsal 17:17 
“seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”.    

Selamat berjalan dengan Tuhan kembali saudaraku, GBU