12 Juni 2020

Antara Kemauan dan Kemampuan, Mana Lebih Dulu ?


Jika Anda ditawari untuk memanjat tower setinggi 40 meter, padahal Anda takut ketinggian, namun Anda menyanggupinya, atau bila Anda ditawari naik ring untuk bertinju dengan Mike Tyson, padahal Anda bertubuh kecil, kurus kering dan tidak punya pengalaman, namun Anda menyanggupi juga, maka keputusan itu bisa berakibat konyol buat Anda. Anda bisa mati, atau masuk rumah sakit.

Gambaran di atas berlaku secara umum menurut hukum dunia, dalam pengertian tidak adanya campur tangan “asing”, misalnya campur tangan kuasa TUHAN. Ketika seseorang memiliki kemauan untuk sesuatu tujuan, ia harus berhitung terlebih dahulu, apakah kemampuannya mendukung atau tidak?

Namun untuk hukum kerajaan Allah, “bisa berlaku sebaliknya”.  Dalam hal-hal tertentu, umat Allah, khususnya orang Kristen,  tidak harus melihat dahulu kemampuannya secara wadag, untuk mentaati Firman Allah, jika memang Firman Allah diberikan kepada manusia untuk ditaati.

Nabi Musa, pada mulanya menolak untuk dipakai TUHAN membawa bangsa keturunan Yakub keluar dari tanah perbudakan, dia merasa tidak layak untuk tugas besar dan berat itu.

Keluaran 4:10-12

10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."

11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?

12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan."

Namun akhirnya Musa taat juga, dan ia melakukan tepat seperti semua skenario TUHAN, dan sebagai akibat dari ketaatan Musa itu, maka TUHAN benar2 menyertai Musa dengan kuasa-Nya.

Yang menarik adalah, sesudah Musa berkomitmen untuk mau dipakai TUHAN, maka nabi ini tidak menggunakan kemampuan manusiawinya sebagai pertimbangan untuk membuat sebuah keputusan. Musa sepertinya tidak mau pusing dengan soal makanan untuk bangsa itu, bagaimana jutaan orang itu bisa makan dalam waktu yang cukup lama di sepanjang perjalanan mereka nanti. Musa hanya percaya, TUHAN sendirilah yang akan mengurusi itu semua. Saya percaya, bahwa sebelumnya, Musa tidak pernah berfikir soal MANNA atau burung2 puyuh yang akan disediakan TUHAN buat bangsa Israel itu.

Jadi, dalam hal itu, kemauan mendahului kemampuan. Musa dan bangsa Israel MAU TERLEBIH DAHULU , untuk dibawa keluar dari Mesir, dan TUHAN yang MEMAMPUKAN mereka untuk melakukan perjalanan dahsyat itu.

Hal yang sama juga berlaku untuk orang2 kristen disegala zaman. Tuhan sudah menyediakan fasilitas surgawi. Kepada setiap orang yang MEMILIKI KEMAUAN untuk taat Firman Tuhan, maka Tuhan yang MEMAMPUKAN orang tersebut untuk mentaati Firman Tuhan. Contoh di bawah ini merupakan FAKTA bagaimana dalam hal tertentu, Tuhan tidak melihat kemampuanmu, namun Dia melihat kemauanmu, supaya Ia dapat menunjukkan kuasa-Nya untuk MEMAMPUKANMU melakukan ketaatan Firman Tuhan.

Di sebuah persekutuan doa, seorang ibu berkata, bahwa ia belum bisa mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatinya sedemikian parah, sehingga rasa-rasanya sampai matipun tidak mungkin ia bisa melupakan peristiwa tersebut, apalagi mengampuninya, karena terlalu menyakitkan. Namun seorang pembimbing rohaninya memberi penjelasan, yang kira-kira begini:

“ Ibu, yang penting Ibu mau mengampuni dia terlebih dahulu, maka nanti Roh Kudus yang akan memampukan ibu. Coba saja, dan percayalah” kata pembimbing rohani.

Seminggu kemudian mereka mengadakan persekutuan doa lagi, dan ibu tersebut melaporkan, kira-kira ia berkata begini:

“ Pak, puji Tuhan. Saya heran, semenjak pulang dari persekutuan doa minggu yang lalu, hatiku merasa damai, dan anehnya, aku sekarang begitu mudah mengampuni dia. Memang aku masih bisa mengingat dengan baik peristiwa yang menyakitkan itu, tetapi anehnya, aku sudah tidak sakit hati lagi. Aku sudah lega sekarang” kata ibu itu.

Yah, itulah kekristenan, umat yang istimewa, kepunyaan Tuhan sendiri, yang dipelihara oleh Tuhan sendiri, dan dimampukan Tuhan untuk mentaati Firman-Nya. Jika orang kristen menunggu untuk mampu terlebih dahulu (untuk taat Firman) maka sama saja denganmenganggap sepi keberadaan Roh Penolong.

Referensi:

Yohanes 14:15-17

15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Matius 6:14-15

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

0 komentar:

Posting Komentar