17 Juni 2020

Disaat Aku Lemah, Kuasanya Berkerja

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)

Tawar hati adalah musuh seorang anak Tuhan. Karena tawar hati akan meniadakan kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang terpancar sehari-hari. Hidup menjadi datar dan akan mengalir begitu saja tanpa semangat dan harapan. Ketawaran hati dapat dimulai dari kejenuhan hati karena gagal mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Pada akhirnya seseorang akan merasa diabaikan dan tidak menjadi penting.

Namun Paulus mengetahui perangkap iblis tersebut. Meski sudah tiga kali memohon kuasa Allah untuk menyembuhkan penyakitnya, dengan jelas Allah menolaknya. Penyakit kusta, lumpuh, gila yang diderita orang-orang berhasil disembuhkan oleh Paulus. Betapa istimewanya Paulus sebagai pekerja-Nya. Namun kini, Paulus menemukan dirinya tertawan oleh duri yang menusuk dagingnya. Tuhan membiarkan duri itu tertancap didalam tubuhnya. Paulus tidak berontak, tidak patah hati, tidak juga bertanya apa maksud Tuhan terhadap hidupnya. Seperti apakah Paulus memahami maksud Tuhan dalam kehidupan pelayanannya?

  1. Paulus sadar bahwa kuasa Tuhan akan dahsyat bekerja didalam pelayanannya jika ia fokus kepada kuasa Allah yang akan melakukan sepenuhnya. Kuasa-Nya yang sempurna telah menjadi kekuatan bagi Paulus. Bukan karena kecerdasan, bukan juga karena wibawanya, atau perhitungan logikanya, tetapi semakin kecil kemampuan Paulus membuat kuasa-Nya bekerja sempurna.
  2. Sikap merendahkan diri dengan berbagai kekurangan yang dimiliki, Paulus merebut kuasa Kristus untuk melindungi segenap pelayanannya. Paulus tidak meng-klaim keberhasilan sebelumnya akan menjamin pelayanannya selanjutnya, tetapi pengakuan sebagai pelayan yang tidak punya kemampuan menjadi jaminan keberhasilan itu sendiri.
  3. Paulus sadar akan kasih karunia-Nya yang terus bekerja didalam hidupnya. Dia mengetahui pasti bahwa kasih karunia Allah itulah yang menutupi ketidak-sempurnaan pelayanan yang dilakukannya. Paulus sangat mengandalkanNya.

Adakah kita selaku orang percaya bisa berbangga dengan kekurangan dan ketidak sempurnaan hidup kita? Masihkah kita tetap mau memberi diri melayani Tuhan setelah sadar bahwa kita tidak sempurna? Kekurangan dan kelemahan mana yang akan menghalangi kita melayani Tuhan ketika kita mengharapkan kasih karunia-Nya bekerja dalam hidup kita? Kuasa Tuhan selalu Hadir dan nyata bagi orang yang tidak berjalan dengan kekuatannya, karena mereka yakin bukan dengan kuat atau gagah melainkan bersama Tuhan segala sesuatu mampu kita lakukan.

Tetaplah Melayani Sekalipun kita memiliki Kekurangan.

0 komentar:

Posting Komentar