15 Juni 2020

Saat Aku Takut, Aku percaya kepadaMu

Pernahkah kita merasa takut? Pasti pernah. Dengan begitu kita masih normal sebagai manusia, karena itu naluri yang kita miliki sebagai makhluk hidup.

Takut sesungguhnya menjadi cara kita untuk bertahan hidup, beradaptasi dengan linkungan yang tidak kita harapkan, bahkan untuk menjadi berhasil kita membutuhkan rasa Takut, karena tanpa rasa takut kita akan berakhir konyol karena kita tidak tau mana bahaya dan mana yang harus kita hindari.

Takut adalah tanda bagaimana kita harus lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu, dan kemudian berupaya untuk meniadakan atau meminimalisir resiko yang kita hadapi. Takut, adalah teman kita untuk menolong kita.

Namun, takut menjadi tidak sehat ketika perasaan itu menjadi penghalang bagi kita untuk melakukan satu atau banyak hal. Kita begitu sering mengalami rasa takut atau perasaan cemas yang terlalu besar, sehingga melemahkan atau melumpuhkan kita.

Takut kehilangan. Takut membuka diri. Takut berbicara. Takut malu. Takut gagal. Takut berbeda. Takut berubah. Takut dengan perbedaan. dan seterusnya. sehingga tanpa kita sadari ketakutan menjadi kita terbatas, terhalang, tidak bertumbuh, kerdil. Kita kehilangan kemampuan untuk hidup dan bertumbuh secara sehat.

Bayangkan jika kita tidak dicengkeram rasa takut. Kita akan bersemangat untuk mempelajari berbagai hal. Kita akan berani mencoba dan melakukan banyak kegiatan. Kita akan percaya diri. Kita akan jauh dari prasangka dan kecemasan. Kita akan hidup tanpa beban. Kita akan selalu bersukacita. Kita akan optimis menghadapi segala sesuatu. Kita tidak takut menghadapi tantangan.

Kita akan bebas mengasihi dan mengampuni. Kita akan menjadi berkat. Kita akan sehat jasmani, rohani, dan psikologis. Bahagia dan menikmati hidup dari hari ke hari. Kita akan lebih mudah untuk bersyukur, menyenankan Tuhan dan menikmati hadiratnya sekaligus memuliakan Dia Kita akan bersukacita karena kemenangan yang kita peroleh.

Bukankah itu suatu kehidupan yang patut diperjuangkan?

Sekarang bagian sulitnya, bagaimana kita dapat keluar dari cengkeraman rasa takut? Bagaimana kita dapat hidup dengan bebas untuk belajar, bertumbuh, mengasihi, melayani, penuh rasa syukur dan puas, bersukacita, berdamai dengan diri dan sesama, menjadi berkat, dan memuliakan Tuhan

  1. Menjaga Iman kita dengan Memercayai janji-janji Allah sekalipun belum melihat janji-janji itu digenapi.
  2. Tetaplaj berdoa dan berani untuk melangkah
  3. Jangan Takut gagal, tetaplah produktif karena berani mencoba sekalipun gagal merupakan awal untuk kita mengalahkan perasaan takut dan cemas dan langkah awal untuk menuju keberhasilan.
  4. Tetap Fokus kepada Tuhan dan Janjinya (firmanNya). jangan ambil jalan pintas tapi cintailah proses
  5. Jangan lupakan kebaikan Tuhan, yang selalu menolong kita saat melewati masa-masa bahaya dan kesulitan sebelumnya.
  6. Jangan takut Kata Tuhan, karena itu adalah perintah, bukan sebuah pilihan. Dan kenapa Tuhan yang memerintahkanNya ?, karena rasa takut membuat kita sulit untuk mengasihi Allah dan orang lain, kita akan hidup berasumsi, berasumsi atau berpikir negatif akan membelenggu kita untuk hidup sepenuhnya dalam anugerah Allah dan janji-Nya. ada 365 kali disebutkan dalam alkitab "Jangan takut!" salah satunya adalah dalam Mazmur 56:4 mengatakan "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu." Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jangan Takut untuk melangkah untuk mencoba lagi, berani memulai sesuatu yang baru. Sebab Tuhan Selalu ada dipihak orang yang percaya dan mengandalkan Dia. jangan pakai pengertianmu sendiri karena Tuhan terlebih tau apa yang terbaik bagi hidup kita.

0 komentar:

Posting Komentar